Tanaman Cabe Sebagai Alternatif Pendapatan Baru Rumah Tangga

Agustina atau akrab dipanggil Tina atau Mama Ino, 46 tahun adalah salah satu dari sekian perempuan di Desa Moa yang memafatkan lahan Pampa. Lahan Pampa yang ia manfaatkan saat ini, merupakan warisan orang tua yang sejak turun temurun digunakan untuk tanaman palawija (sayur dan cabe, jagung). Awalnya hasil dari Pampa yang ia kelola hanya diperuntukan untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan saudara yang tinggal di desa dan hasilnya belum memilki nilai ekonomis.

Melalui intervensi Program Peduli tahun 2014-2019 lalu, kini hasil pampa memberi nilai ekonomis. Hasil cabe dari lahan Pampa kini telah ia barter dengan beras di wilayah Bada, Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Satu liter cabe dapat dibarter dengan 4-5 liter beras.

Menurutnya usaha ini sangat menguntungkan, karena beras yang ia dapatkan dari hasil cabe dapat diperuntukan demi kebutuhan keluarga, dan kelebihannya dapat dijual kembali kepada masyarakat lainnya yang tinggal di Desa Moa.

Telah hampir 2 tahun ia terus membawa hasil Pampa (cabe) ke desa-desa yang ada di lembah Bada Kab. Poso dan jumlah permintaan cabe terus meningkat. Sehingga ia mendorong beberapa saudara perempuannya, untuk bekerjasama menamam cabe pada lahan Pampa yang mereka kelola dari warisan orang tuanya.

Penulis :

Desmon