Suku Anak Dalam Kantongi Juara Lomba Favorit Lomba Tari Kreasi

Suku Anak Dalam (SAD) Dwi Karya Bhakti diundang untuk menyemarakkan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Kabupaten Bungo. Acara ini dilakukan pada 4 November 2023 lalu. Tim Puskesmas Rantau Keloyang meminta SAD Dwi Karya Bhakti menampilkan tari kreasi dengan tema Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Lebih dari dua minggu keceriaan dan semangat melanda kader perempuan suku anak dalam. Yakni, Juliana, Siska, Tira, Ita, Ratih, dan Olivia. Mereka melatih harmoni gerakan, merangkai tubuh dengan penuh keserasian, dan mempersiapkan perlengkapan lomba dengan tekun. Fasilitator dan tim puskesmas Rantau Keloyang, turut memberikan motivasi pada setiap kader dalam perjalanan mereka menuju panggung peringatan HKN.

Lapangan MTQ Kabupaten Muaro Bungo menjadi saksi keindahan persembahan dari berbagai peserta. Ada berasal dari puskesmas tingkat kecamatan, kampus kesehatan, rumah sakit, hingga klinik kesehatan. Bahkan, hadir pula undangan istimewa dari Organisasi Palang Merah Remaja (PMR) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Sambutan hangat dari dr. H Safaruddin Matondang, M.PH, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bungo, membuka tirai acara. Balon yang lepas ke udara melambangkan pembukaan secara simbolis. Tarian kreasi dari Kader SAD Dwi Karya Bhakti menjadi highlight awal, disusul oleh penampilan dari instansi-instansi lainnya.

Hingga akhirnya, kegelisahan tim kader suku anak dalam terbayar tuntas ketika mereka mendapat sambutan meriah dari para undangan. Kader suku anak dalam meraih gelar “juara terfavorit” di antara semua peserta lomba.

Juliana, salah satu SAD Dwi Karya Bhakti, dengan hati yang penuh kegembiraan, menyatakan rasa syukurnya. “Kami senang karena rasanya seperti diapresiasi oleh masyarakat. Atribut tari yang kami buat ini memanfaatkan yang ada di alam,” ujarnya.

Dirinya pun menunjukkan hiasan topi dari daun yang mereka jahit. Dia juga membagikan cerita bahwa persiapan mereka hanya berlangsung seminggu, mulai dari pemilihan seragam hingga atribut tari yang mencuri perhatian.

Kemenangan dalam lomba bukan hanya sekadar membawa pulang hadiah, melainkan sebuah kehormatan tak terkira. Kader suku anak dalam yang diberi kesempatan untuk menampilkan tarian di pembuka acara, menjadi momen yang tidak akan mereka lupakan.

“Kami senang adik-adik kita bisa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi. Ini menjadi salah satu pembelajaran bagi mereka untuk berani berinteraksi dan tampil di depan khalayak umum,” ujar Ulvi, fasilitator lapangan Pundi Sumatra.

Penulis :

PUNDI SUMATRA