Oleh: Jumi Petronela joz
Desa Kalamba di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumbawa Timur merupakan salah satu desa yang kaya akan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur berupa tradisi dan ritual adat (hamayang) yang selama ini di jalankan oleh tetua adat (wunang). Namun selama ini nilai-nilai adat dan budaya semakin pudar atau luntur karena perkebangan. Banyak generasi muda yang mulai tidak mengenal dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai ritual dan tradisi adat di desanya sendiri.
Oleh karena itu Pada Maret 2025, Lembaga Bumi Lestari menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang terkait dengan pelestarian adat dan budaya di Desa Kalamba. Sekolah Lapang diselenggarakan dengan metode pembelajaran yang partisipatif dan berbasis pengalaman nyata yang pernah dilakukan masyarakat adat di tingkat desa. Melalui pendekatan ini, masyarakat terutama generasi muda dapat dilibatkan langsung dalam proses belajar dan berbagi pengetahuan lokal agar dapat mempertahankan nilai-nilai budaya yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Ada beberapa jenis sekolah lapang terkait dengan adat dan budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat adat Desa kalamba. Pertama ialah Sekolah Lapang Ritual Adat Penghayat Marapu (hamayang). Budaya ini adalah salah satu budaya yang sering dilakukan oleh agama penghayat kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa (Marapu). Kegiatan ini sering dilakukan pada saat awal musim tanam. Sebelum petani memulai masa tanam, mereka meminta petunjuk dari sang khalik agar tanaman pertanian mereka bisa terlindungi dari hama. Begitu pula juga saat hendak memanen hasil kebun, masyarakat Marapu melakukan ritual sembayang (hamayang) agar hasil panen mereka diberkati oleh sang khalik.
Kedua ialah Sekolah Lapang Sejarah Desa Kalamba yang diselenggarakan untuk mengingatkan generasi muda di Desa Kalamba tentang sejarah agar mereka mengetahui asal-usul nenek moyang mereka. Di Desa Kalamba ada beberapa marga (kabihu) yakni Kapombung dan Kombul dari Prainatang Mondu. Kemudian ada pula marga Tumbu Kawawu yang asal dari Kondu Lenang dari Hambuang dan marga Amba Leling dari Kalamba. Setelah itu marga Manolang yang berasal dari Laita Kalaring. Selanjutnya marga Anamacua yang berasal dari Kapunduk Umajangga. Yang terakhir ialah marga Ndai Dipi yang berasal dari Hambapraing Pinduharani Kalibatu Bokul. Selain terkait dengan sejarah dan adat-istiadat di Desa Kalamba, ada juga tradisi berupa tarian dan musik tradisioanal yang akan dilestarikan oleh masyarakat adat di Desa Kalamba.
“Karena sangat sakralnya adat dan budaya yang ada di desa, maka seharusnya melakukan ritual adat dulu baru bisa untuk membicarakan adat di desa sehingga tidak ada halangan dan rintangan yang terjadi. Ritual yang dijalankan seperti pemotongan ayam jantan merah kemudian sirih pinang,” ujar Tokoh Desa Kalamba Lohi Nakil