Fauzan Adima – Rimbawan Muda Indonesia
Ibu Fatimah merupakan salah satu dari Perempuan Adat Kasepuhan Cirompang yang sehari-harinya merupakan ibu rumah tangga sekaligus guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), serta anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Ia merupakan sosok inspiratif dari Perempuan Adat Kasepuhan Cirompang karena vokal menyuarakan hak Perempuan Adat Kasepuhan Cirompang.
Mulanya, kehadiran perempuan di Masyarakat Adat Kasepuhan Cirompang tak dianggap. Hal ini disebabkan budaya patriarki yang masih tertanam kuat di Masyarakat Adat Kasepuhan pada umumnya. Biasanya kehadiran perempuan dalam forum musyawarah desa hanya untuk memenuhi formalitas kuota gender belaka. Suara perempuan dalam musyawarah desa jarang didengar.
“Kaum perempuan masih belum dianggap penting keterlibatannya dalam proses pembangunan desa dan ide serta gagasan dari mereka selama ini belum bisa diakomodasi dalam setiap pertemuan musyawarah desa,” ujar Ibu Fatimah.
Ibu Fatimah kemudian aktif dalam kegiatan yang diadakan Forum Perempuan Desa Cirompang. Adapun Forum Perempuan Desa Cirompang dibentuk oleh para perempuan Desa Cirompang lewat dukungan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) dan KEMITRAAN dalam Program Estungkara. Ibu Fatimah merupakan salah satu perwakilan yang antusias menghadiri pertemuan sejak awal kegiatan. Dia mengikuti pertemuan dari mulai sesi pertama hingga keempat dan aktif dalam setiap forum.
Setelahnya, Ibu Fatimah aktif menggerakan para anggota untuk berkebun dan menanam berbagai jenis tanaman lokal secara organik. Upaya itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan juga bisa dijual sebagai sumber penghasilan para perempuan Desa Cirompang. Selain itu Ibu Fatimah juga aktif terlibat dalam forum-forum musyawarah desa. Ia kerap menyuarakan pendapat dan gagasan yang mewakili forum perempuan.
Kini ia menyadari bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran dan fungsi yang setara. Ia mengatakan selama ini banyak sekali ketidakadilan gender yang terjadi di lingkungannya. Ibu Fatimah pun kini bertekad untuk terus menyuarakan keadilan bagi kaum perempuan di Desa Cirompang.
“Melalui Forum Perempuan yang diinisiasi oleh RMI dan KEMITRAAN telah memberikan pencerahan dan membangunkan kesadaran kami,” ujar Ibu Fatimah.
“Dalam pertemuan- pertemuan musyawarah desa, kami kaum perempuan menjadi berani dan percaya diri dalam menyampaikan gagasan-gagasan kami mewakili kaum perempuan dalam rangka terlibat mendukung pembagunan Desa Cirompang,” tutur dia.