Mengembangkan Keterampilan Berkomunikasi dan Kepemimpinan untuk Kader SAD

Peningkatan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan bagi kader Suku Anak Dalam (SAD) adalah salah satu upaya penting dalam memperkuat peran dan kapasitas komunitas adat tersebut. Dalam rangka mencapai tujuan ini, Pundi Sumatra, dengan dukungan program ESTUNGKARA, menyelenggarakan pelatihan komunikasi Tahap II yang bertajuk “Pelatihan Pengembangan Diri dengan Keterampilan Berkomunikasi dan Leadership.” Acara ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 24-25 Mei 2024 di Hotel Golden Sarolangun, Jambi.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali kader SAD dengan keterampilan berkomunikasi yang efektif, meningkatkan keberanian, dan rasa percaya diri mereka. Menurut Arif, fasilitator lapangan Pundi Sumatra, “Dari peningkatan kapasitas ini kami berharap para kader dapat menjadi lebih kritis dan berani dalam melakukan advokasi atas hak-hak komunitas mereka.” Melalui peningkatan keterampilan ini, kader SAD diharapkan dapat lebih proaktif dalam menyuarakan aspirasi dan kebutuhan komunitas mereka di berbagai forum.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Batin VIII, Bapak Ario L. Fajrin, S.IP, yang memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menyatakan, “Saya sangat mengapresiasi keinginan teman-teman semua dalam mengikuti pelatihan ini. Untuk berangkat dari desa sampai ke ruang pelatihan, artinya teman-teman sekalian mau berubah dan diberi pendampingan.” Dukungan ini menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi non-pemerintah dalam mendukung pemberdayaan komunitas adat.

Materi pelatihan disusun dengan cermat agar relevan dan mudah dipahami oleh peserta. Shafira Deiktya Emte, salah satu narasumber, mengungkapkan tantangan dalam menyiapkan materi pelatihan. “Aku berusaha memastikan materi yang disampaikan relevan dan mudah dipahami oleh peserta. Jadi teknik penyampaian materi pelatihan aku buat sesuai dengan konteks budaya dan kebutuhan spesifik kader SAD,” ujarnya.

Metode pelatihan menggabungkan empat pendekatan utama: sesi berbagi, ceramah, diskusi, dan simulasi. Materi keterampilan berkomunikasi mencakup teknik public speaking, diskusi, dan etika komunikasi efektif. Peserta juga belajar strategi menyampaikan pendapat, merespon pertanyaan, dan menghadapi perbedaan pendapat dalam diskusi. Simulasi dan praktek langsung menjadi fokus utama untuk memastikan para peserta dapat menerapkan teori yang diajarkan.

Sebagai komunitas adat yang sering mendapatkan keterbatasan dalam segala aspek sosial, Suku Anak Dalam kerap kali merasa terpinggirkan dan sulit beradaptasi dengan dunia luar. Kondisi ini menjadikan pelatihan seperti ini sangat relevan dan penting. Pundi Sumatra berharap melalui pelatihan ini, para kader SAD dapat lebih aktif dan berperan dalam memperjuangkan hak-hak komunitas mereka serta mengelola organisasi lokal dengan lebih baik.

Dengan adanya pelatihan yang terstruktur dan berfokus pada pengembangan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan, kader SAD diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa komunitas mereka menuju kehidupan yang lebih baik dan berkeadilan. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah, akan sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program pemberdayaan ini.

Penulis :

PUNDI SUMATRA