Komunitas SAD Antusias Ikuti Pelatihan Tata Rias dan Pangkas Rambut

Dalam upaya memberdayakan komunitas Suku Anak Dalam (SAD), Pundi Sumatra telah menyelenggarakan serangkaian pelatihan keterampilan di pemukiman SAD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota komunitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi mereka, sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan hidup mereka secara keseluruhan.

Pada bulan Mei 2024, Pundi Sumatra dengan dukungan Kemitraan Partnership mengadakan pelatihan Tata Rias dan Pangkas Rambut di dua lokasi dampingan komunitas SAD. Ulvi, selaku fasilitator Pundi Sumatra, menjelaskan bahwa pelatihan tata rias ini bertujuan untuk memberikan keterampilan tata rias kepada perempuan SAD, memberikan edukasi tentang cara merias diri, serta memetakan kader potensial yang tertarik pada keterampilan tata rias. “Harapannya, pelatihan ini dapat menumbuhkan peluang ekonomi alternatif berbasis keterampilan hidup bagi kelompok perempuan SAD,” ungkapnya.

Pelatihan tata rias dimulai dengan penjelasan tentang jenis-jenis make-up yang digunakan dalam tata rias, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik. Para peserta diajak untuk langsung mencoba teknik yang diajarkan, sehingga mereka bisa merasakan langsung bagaimana mengaplikasikan make-up dengan benar. Ini termasuk belajar teknik dasar seperti merias wajah sehari-hari hingga teknik yang lebih rumit seperti merias untuk acara-acara khusus.

Tidak hanya kelompok perempuan yang mendapat perhatian, pelatihan untuk menumbuhkan sumber ekonomi alternatif juga ditujukan kepada kelompok laki-laki melalui pelatihan pangkas rambut. Temenggung Juray, seorang pemimpin adat, menyatakan, “Pelatihan pangkas rambut ini berguna bagi kami. Kalau sudah ada yang pandai, kami tidak perlu ke tukang cukur di lintas.” Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada laki-laki SAD untuk mempelajari keterampilan yang praktis dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para pelatih menghadapi tantangan dalam berkomunikasi dengan kelompok adat ini, mengingat adanya perbedaan budaya dan bahasa. Oleh karena itu, konsep pelatihan kali ini dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi langsung dan praktik intensif, sehingga para peserta dapat belajar secara praktis. Hadi, salah satu narasumber pelatihan pangkas rambut, menyatakan, “Sebenarnya saya sering lihat orang SAD ini, tapi ini pertama kali bagi saya mengajarkan mereka pangkas rambut. Saya terkejut ternyata mereka tertarik mau belajar pangkas rambut.”

Pelatihan keterampilan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi komunitas SAD. Dengan keterampilan yang mereka dapat, anggota komunitas dapat membuka usaha sendiri, baik di bidang tata rias maupun pangkas rambut, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi ketergantungan mereka pada pekerjaan tradisional yang mungkin tidak selalu menguntungkan secara ekonomi.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian anggota komunitas. Dengan memiliki keterampilan baru, mereka diharapkan dapat lebih aktif dan percaya diri dalam berinteraksi dengan dunia luar, serta lebih mampu mengelola kehidupan mereka sendiri.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pundi Sumatra ini merupakan langkah nyata dalam upaya pemberdayaan komunitas SAD. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan program-program seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi komunitas adat di seluruh Indonesia.

Penulis :

PUNDI SUMATRA